
Tour Internasional ke China ini dilakukan selama 8 hari mulai dari tanggal 15 sampai dengan 22 Mei 2007 yang dilakukan oleh 60 orang Leader beserta pimpinan Woo Tekh Indonesia yang diberikan oleh Woo Tekh Indonesia sebagai penghargaan setiap tahun kepada mereka yang telah mencapai level 7. Tour ini adalah Tour yang ke empat dan akan dilanjutkan ke depan tiap tahun. Saya pribadi merasakan Tour ini adalah suatu perjalanan yang mengasyikan, indah, mengembirakan dan membanggakan, kenapa tidak karena semua acara berjalan dengan baik, semua tujuan wisata dikunjungi termasuk Great Wall atau Tembok China yang terkenal itu, dan alhamdulillah semua anggota rombongan berada dalam keadaan sehat-sehat wal-afiat
Pokok-Pokok Kegiatan :
- Tour yang keempat ini didahului dengan seminar satu hari penuh yang diadakan di Resto Angke Lantai III. Berbagai masalah dikemukakan oleh pimpinan Woo Tekh
Indonesia dan shering oleh beberapa anggota seminar; - Setelah seminar selesai (jam 19.00) pada taggal 15 Mei 2007, semua peserta rombongan dapat pulang ke rumah dan berkumpul lagi di Bendara Soekarno-Hatta pada jam 23.00 WIB.
- Rombongan berangkat jam 01.50, bukan jam 01.00 seperti yang direncanakan karena didilay selama 45 minit, dengan menggunakan pesawat Air China;
- Pada tanggal 16 Mei 2007 rombongan sampai di Xiamen International Airport (China) jam 07.00 pagi waktu China dan transit selama satu jam, kemudian jam 08.00 berangkat menuju Beijing dan pada jam 11.00 sampai. Di terminal sedikit terjadi kekesiruhan dengan petugas Bendara dengan pimpinan, karena Bus menurunkan kami di tempat yang salah, sehingga kami salah masuk, akhirnya dapat kesepakatan dan saling penertian, kami dipersilahkan masuk, lalu mengambil barang-barang kami masing-masing lalu menuju ke Bus yang telah disediakan, yaitu Bus Biru dan Bus kuning, ini hanya penamaan Bus saja karena kami dipimpin oleh masing leader.
- Rombongan menuju ke Tianjin di mana pabrik Woo Tekh terletak, kurang lebih memakan waktu 2 jam, kami tiba di Pabrik dan disambut oleh Prof. Dr. Li Te Ming beserta jajarannya dengan menyerahkan seikat bunga kepada kami masing-masing, bukan itu saja kami juga disambut dengan kesenian China. Kemudian diadakan suatu upacara sambutan selamat dating di suatu ruangan meeting oleh Prof. Dr. Li Te Ming dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari para tenaga ahli Woo Tekh dan diberi pula kesempatan kepada pimpinan rombongan Woo Tekh Indonesia serta dilalakukan shering oleh beberapa anggota rombongan. Kepada kami semua diberi kesempatan untuk melihat–melihat pabrik. Pertama-tama kami dibawa melihat ruang produksi Nutrisi, kemudian ruang penelitian, tata ruang pimpinan dan administrasi dan diakhiri melihat gudang bahan
baku. Setelah selesai semua kami menuju ke Hotel, yaitu Palace Grand Hotel yang terletak di tengah
kota yang telah disediakan, disini kami menginap dua malam. - Pada tanggal 17 Mei 2007 setelah salat subuh, makan pagi dan pada jam 09.05 berangkat menuju melihat sebuah Menara yang tingginya No. 3 di Asia dan naik ke atasnya. Kami semua melihat keindahan
kota
Tianjin yang berpenduduk 14 juta, semua terlihat indah, kami melihat taman-taman, kolam-kolam dan bangunan semua menjulang tinggi. Tinggi Menara ini 415,2 m, di atasnya angin sangat kencang, namun kami semua merasa senang dan berfoto sesukanya. Kami berada di atas Menara ini sampai jam 11.02. Yang agak dirasa aneh di bundaran di bagian atas pada ketinggian 270 m bisa berputar secara otomatis, jadi kita tidak perlu berkeliling, cukup berdiri saja, kita akan melihat sekeliling secara otomatis betapa indahnya
kota
Tianjin. Kemudian kita makan siang dan dilanjutkan shopping. Pada makan malam kita semua menerima bingkisan dari Prof. Dr. Li Te Ming. - Pada tanggal 18 Mei 2007 jam 09.00 setelah makan pagi kami berangkat menju
Beijing. Sepanjang perjalan dapat dilihat hal-hal sbb :- Kendaraan kami sebanyak dua buah, Bus hijau dan Bus Kuning melaju dengan enaknya di jalan Tol;
- Gedung-gedung semua menjulang tinggi dengan menggunakan arsitek modern, tidak seperti bangunan tradisional yang biasa kita lihat dimana-mana masyarakat Tionghoa;
- Alat transport
kota menggunakan Bus tidak ada angkot seperti di
Jakarta/
Indonesia, dan tidak ada satu motorpun yang kilihatan, menurut penuturan masyarakat hal itu adalah untuk mengurangi polusi udara, yang ada adalah sepeda dan sebagian masyarakat menggunakan sepeda. Bus ada dua macam, satu Bus listrik dan Bus biasa tanpa listrik. Semua kendaraan (mobil) menggunakan stir kiri dan bukan di kanan seperti di Indonesia; - Dimana-mana buang air atau Toilet gratis dan tidak pungut bayarannya tidak seperti di Indoneia dimana-mana bayar;
Setelah sampai di Beijing langsung ke Hotel yang telah disediakan, yaitu Dabao Hotel yang terletak di Add : No.4 Longtan Lake North Road Chongwen District Beijing;
Setelah makan siang jam 12.30 dilanjutkan Tour (jam 12.39) dan di depan Restoran kami makan siang adalah Pusat Perkantoran Pemerintah, disekitar ini terletak lapangan Tiannamen yang terkenal itu. Kita sampai disini jam 12.48. Kita disini sempat berpoto, namun kita tidak diperkenankan membentangkan spanduk dalam berpoto. Dilanjutkan melihat pusat bangunan kerajaan Tiantan, yaitu Dinasty Qing, disini terdapat beberapa bangunan yang bersejarah yang sudah sangat tua umurnya, misalnya Gedung Mesium Kerajaan dibangun pada tahun 1761, Gedung Jiao Tai Dian tahun 1522, Gedung Kun Ning Gong tahun 1420 (yang dikenal dengan Gedung Penganten dan Rapat Raja-Raja), Hall of Prayer for Good Harvests, A Bird’s Eye of the Hall of Vault of Heaven, The Abstinence Palace, A Bird’s Eye View Circular Mound Altar, The Hall of Imperial of Heaven, A Panoramic View of the Hall of Prayer for Good Harvest, The Echo Wall, The Hall of Prayer for Good Harvests dll.
Kemudian dilanjutkan melihat taman peristirahatan raja yang disebut The Summer Palace disini ada danau yang indah. Kami sempat berpoto di kedua tepat ini dan naik perahu ke sebrang telaga. Disini kami melihat, antara lain : Jade Belt Bridge, The Suzhou Sreet Rear Lake, Grand Teatre in the Garden of Virtuous Harmony, The Seventeen-Arch Bridge, The Marble Boat, The Sammer Palace, The Covered Walkway of the Summer Palace, The Tower of Buddha Pragrance dll. 8. Pada tanggal 19 Mei 2007 (Sabtu) berangkat dari Hotel jam 08.00 menuju Great Wall (Tembok China) dan sampai jam 10.08. Tembok China ini membentang di atas gunung-gunung 6 Propinsi. Sebagian besar dari anggota rombongan sampai di puncak atas dan barang siapa yang sampai di atas membuat Piagam yang ditempel poto kita maing-masing . Pada jam 13.30 kita berkumpul untuk makan saiang. Selesai jam 15.30 rombongan melanjutkan perjalanan untuk melihat persiapan pembangunan Olympiade Dunia tahun 2008. Semua bangunan prasarana olahraga dipersiapkan dengan baik dan dikerjakan siang malam. Setelah itu dilanjutkan shopping dan makan malam kemudian pulang ke Hotel;
9. Pada tangga 20 Mei 2007 setelah makan pagi kira-kira jam jam 09.40 kami menuju ke Pintu 9, suatu taman raja yang terkenal dan sampai pada jam 10.20, kami melihat keindahan taman raja ini, kami melihat ramainya pengunjung dan tidak ketinggalan kami berpoto disini. Setelah itu kami makan siang dan shopping sampai sore kemudian makan malam lalu pulang ke Hotel; Mutiara melihat-lihat dan ada yang berbelanja, setelah itu berngkat menuju Masjid Tua atau perkempungan kaum muslim kami yang beragama Islam sempat Sembahyang sunat dan Zuhur bersama disana sampai jam 12.30. Waktu zuhur disana adalah pada jam 21.20. Kemudian ke Resto makan siang dan setelah makan siang menuju ke tempat pembuatan sutra selesai jam 15.30, setelah itu shopping samapai sore hari, kemudian makan malam dan kembali ke Hotel.
11. Pada tanggal 22 Mei 2007 setelah makan pagi rencana untuk berkunjung terakhir ke suatu taman tidak jadi dilakukan karena kota Beijing disiram hujan, diganti dengan acara shopping dilanjutkan makan siang kemudian
menuju Bandara Beijeng karena kami berangkat ke Jakarta pada jam 16.00. Kami masuk Bandara melalui Imigrasi periksa dokumen kemudian antri barang-barang untuk ditimbang, semua barang-barang bawaan kami lolos tanpa ada gangguan apapun. Pesawat kami berangkat pada jam 16.00 dan transit di Xiamen selama 15 menit, kemudian lanjut ke
Jakarta. Setiba di Jakarta kira-kira jam 01.00 kami disambut dan dikalungkan bunga oleh pimpinan Woo Tekh yang tidak berangkat ke Cina termasuk beberapa orang upline kami, setelah itu kami berpoto bersama beberapa kali, lalu kami pulang ke rumah masing-masing.
12. Sebagai kesimpulan setelah sampai di Jakarta, tidak dapat apa yang akan kami katakana selain dari ucapan syukur kepada Allah SWT dan terimakasih Pimpinan Woo Tekh Indonesia, kami merasa senang dan bahagia sekali atas terselenggaranya Tour Internasional ke China ini, semoga dapat dilanjutkan oleh dowline kita masing-masing. Jakarta, 23 Mei 2007. H. Zakir Boneh.
